ALASAN BERINVESTASI

Mengapa anda harus memilih Investasi Properti ?

 



Secara umum, orang berinvestasi dalam 4 jenis.
1. Deposito
Deposito rawan dengan inflasi. Di indonesia rata 2 inflasi mencapai 7.3 persen. Misal 1 botol coca cola seharga 5000, 25 tahun lagi, harga  1 botol menjadi 63 ribu rupiah. Artinya naik 12 1/2 kali. jika punya uang 1 M, dengan inflasi 7.3 persen, 25 tahun lagi uang anda menjadi hanya 80 juta . Artinya jika mengdinvestasikan uang anda dalam bentuk deposito, maka anda akan mendapatkan return negatif.

2. Saham
Investasi surat berharga (saham, forex, reksadana dll) berpeluang menghasilkan keuntungan yang berlipat-lipat. Tetapi dengan resiko juga luar biasa besar. Dalam semalam (beberapa kali transaksi saja), uang yang Anda investasikan bisa melayang kalau mengalami kekalahan.
Saham sangat berfluktuaktif, terlebih lagi akhir akhir ini banyak bursa - saham di negara maju bertumbangan.

3. Emas
Investasi emas relatif stabil keuntungannya. Karena sifat emas yang anti inflasi, nilai uang Anda (dalam bentuk emas) tidak akan pernah berkurang. Seiring perjalanan waktu, harga emas juga selalu naik. Kalaupun sesekali terjadi penurunan harga, dapat dipastikan terjadi pula penurunan harga komoditas barang. Inilah keuntungan dariinvestasi emas. Tidak akan pernah rugi tapi emas tidak memberikan pasif income.

4. Property
Daya tarik dalam berinvestasi properti salah satunya adalah berlakunya hukum compounding (pelipatgandaan). Jika memilih property yang tepat, nilainya akan meningkat dan akan memberi pasif income yang baik terlebih lagi karena keterbatasan lahan, maka harga property akan cenderung naik.



8 alasan mengapa anda harus memilih Investasi Properti


1. Kekuatan dari “Leverage”
Calon investor tidak harus memiliki uang tunai sebanyak harga beli properti yang akan dibeli. Investor bisa mendapatkan properti dengan menggunakan sebagian uang sendiri dan sisanya memakai uang orang lain, dalam hal ini uang bank. Tergantung dari negara mana kita berada, biasanya kita bisa mendapatkan pinjaman dari bank mulai dari 70% sampai dengan 95%. Dalam kasus ini kita hanya perlu mengeluarkan uang muka sebesar 5% sampai 30% dari harga properti. Ini juga berarti bahwa leverage adalah sekitar 3,3 sampai 20 kali.


2. Resiko relatif rendah
Secara umum, Investasi di properti tidak seperti berinvestasi di pasar saham di mana dalam satu hari harga bisa turun dan naik cukup signifikan. Hanya dalam situasi tertentu di mana perekonomian benar-benar buruk, investasi properti mungkin akan terpengaruh sedikit. Ketika dibandingkan dengan jenis investasi lain juga, seperti membuka usaha, menabung di deposito atau berinvestasi di saham, investasi properti memiliki risiko lebih rendah dibandingkan dengan mereka. Jika kita melihat risiko dibandingkan dengan potensi pendapatan, properti mempunyai resiko yang relatif rendah dengan potensi pendapatan yang baik dari sewa dan capital gain (capital appreciation).


3. Dua sumber pendapatan: sewa dan capital gain
Investasi properti menawarkan kombinasi pendapatan sewa dan capital gain. Berinvestasi di properti yang benar tidak hanya akan memberi kita arus kas positif tetapi juga potensi capital gain tergantung pada kenaikan harga properti.

4. Kontrol penuh untuk meningkatkan nilai properti
Bila Anda memiliki properti, Anda memiliki kontrol penuh tentang bagaimana Anda akan meningkatkan nilai properti. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai properti, mulai dari hal yang sangat sederhana seperti lukisan kembali properti. Cara lain membeli beberapa aksesoris atau kosmetik, dan renovasi. Kegiatan-kegiatan ini sangat penting terutama ketika kita ingin menyewa atau menjual properti. Beberapa orang melakukan renovasi kecil untuk meningkatkan nilai properti sehingga pemilik dapat menjual pada harga yang jauh lebih tinggi.


5. Investasi aman dan pasti dalam jangka panjang
Investor tidak perlu harus memantau harga properti setiap hari atau setiap bulan. Setelah properti dibeli, maka Anda bisa menyewakannya. Setelah itu, Anda sudah tidak perlu memikirkan apakah harganya akan naik atau turun. Dengan demikian, beban pikiran Anda relatif ringan dibanding dengan investasi atau bisnis yang lain.

6. Perlindungan terhadap inflasi
Tidak seperti tabungan atau deposito di mana bunga yang diberikan biasanya jauh lebih rendah daripada tingkat inflasi, harga properti biasanya mengikuti setidaknya tingkat inflasi. Dalam kasus ini, berinvestasi di properti masih merupakan pilihan yang lebih baik untuk melindungi diri dari inflasi.


7. Dapat mengurangi beban pajak
Mendirikan perusahaan dan membeli properti dengan menggunakan nama perusahaan dapat menghemat pajak. Sewa properti dapat dianggap sebagai pajak pendapatan dan biasanya akan berlaku hanya setelah pengurangan dari semua biaya yang dibebankan. Membeli properti atas nama perusahaan akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan membeli atas nama perorangan.


8. Menjadi kaya lewat properti
Investasi properti dapat membawa orang untuk menjadi orang yang benar-benar kaya. Kunci untuk memperoleh kekayaan dalam properti adalah melalui capital gain. Sebagai contoh, seseorang berinvestasi di sebuah apartemen dari harga 500 juta dengan uang muka sebesar 50 juta. Sewa bulanan dari properti cukup untuk membayar angsuran bank per bulan, sehingga secara otomatis, angsuran bank dibiayai oleh sewa bulanan. Setelah 20 tahun, properti telah dibayar penuh dan harga telah dihargai misalnya untuk 1 Milyar (ini konservatif, karena harga property di Indonesia akan meningkat jauh dari pada harga ini). Dalam hal ini keuntungan bersih dari investasi (1 Milyar – 50 juta) = 950 juta. Jika orang ini memiliki 3 apartemen lalu total laba bersih akan hampir 3 Milyar dalam 20 tahun. Orang ini benar-benar telah menjadi Milyarder dengan investasi properti.


Anda tertarik?
dari berbagai sumber